Menulis Opini, Menyampaikan Pendapat

Opini pada dasarnya adalah pendapat. Bisa berupa analisa, penjelasan, pemberian konteks atau alternatif solusi atas suatu masalah. Bisa juga berupa respons atas opini lain yang sudah diterbitkan.

Pendapat itu bisa sekadar hipotesis penulis yang didukung teori, hasil penelitian, atau temuan baru.

  • Pilihlah bidang yang kaukuasai atau sesuai kompetensimu.
  • Pilihlah isu/topik yang sedang ramai atau baru.
  • Pilihlah sudut pandang yang baru atau unik.
  • Buatlah judul yang ringkas dan bisa langsung memikat mata.
  • Susun masalah dan argumentasimu dalam pointer atau knowledge tree.
  • Pagari pohon logika tulisanmu, agar tulisan tak melantur ke mana-mana.
  • Terjemahkan kerangka tulisan ke dalam paragraf.
  • Pilihlah diksi yang tepat.
  • Landasi argumenmu dengan logika atau data.
  • Hati-hati menyinggung ras, agama, atau golongan. Respons pembaca, apalagi massa, tidak selalu sama dengan harapan/perkiraan penulis.
  • Jangan menghasut atau apalagi memftnah.
  • Jangan memasukkan kutipan tanpa mencantumkan narasumber.
  • Jangan menyinggung urusan pribadi, apalagi mencoba mengaitkannya dengan topik opini.

Apa yang perlu diperhatikan agar tulisan opini berkualitas?

Menurut Amarzan Loebis, sedikitnya ada lima. Pertama, tulis tema yang kaukuasai. Ini akan memudahkanmu menyusun argumentasi dan melihat masalah secara jernih. Jika kau adalah pakar suatu bidang, opinimu akan didengarkan.

Kedua, tulislah selalu dengan dasar riset. Opini yang diuraikan tanpa mengandung riset, tidak ada dasarnya, akan melantur ke mana-mana, sehingga di akhir tulisan tidak bisa diambil solusi yang sesuai.

Ketiga, sangat disarankan, sikapmu sudah muncul sejak alinea pertama. Jangan ada kata-kata yang mubazir dengan pembuka yang bertele-tele.

Keempat, struktur tulisan harus kuat. Buat outline dan lead yang baik. Perhatikan pula aspek bahasa, jangan sampai ada logika yang bengkok.

Kelima, salah satu kesulitan menulis adalah menutup tulisan. Tulisan opini lazim ditutup dengan menawarkan solusi. Cara yang tepat melakukan ini adalah jangan menawarkan solusi yang umum, tapi beri jalan keluar spesifik.

Apa yang perlu disiapkan untuk menulis opini? Bagaimana cara menuangkan ide menjadi tulisan yang baik?

Masih menurut Amarzan, jika menulis opini bagimu adalah hal baru, caranya adalah mulai saja. Hal pertama yang harus kaulakukan untuk menulis adalah menulis. Berlatihlah terus-menerus, karena bagi penulis andal sekali pun, kemampuan menulis bisa berkarat jika tidak diasah.

Bebaskan dirimu dari ketakutan menulis opini. Beranikan menulis semuanya, apa pun itu. Setelahnya, berilah jeda. Lalu periksa kembali, editlah. Jadilah editor untuk dirimu sendiri.

Di antara beberapa saran penulisan: jangan terlalu banyak menulis angka. Ini mudah membuat orang bosan. Angka bisa dibulatkan, disebut dengan juta/miliar/triliun atau analogikan dengan benda yang kira-kira sama. Misalnya seluas lapangan bola. Angka memang penting, tapi ketika kau ingin berbagi pikiran kepada publik yang luas, perlu dikurangi dengan teknik penyebutan. Begitu pula dengan pasal-pasal.

Saran lain, buatlah alinea yang ringkas dan kuat. Paling panjang lima baris. Ini adalah lead yang berfungsi menarik perhatian pembaca. Jaga perhatian pembaca itu dengan menyodorkan konteks dan isi tulisan.

Sumber: Dikutip dari "Laporan Pembelajaran Seri Lokakarya Komunikasi 2014" (Diselenggarakan oleh Koalisi Seni Indonesia dan Tempo Institute, didukung oleh Kementerian PPN/Bappenas, Australian Government, dan AustralianAid)

Tanggapi tuturan di atas?

Leave a reply

Atur ulang Katasandi